Kenapa Sih Kita Melayani di Gereja?

Table of Contents

Di gereja, kita sering dengar kata “pelayanan”. Jadi lektor, misdinar, OMK, koor, prodiakon, keamanan, parkir, atau sekadar bantu-bantu kegiatan lingkungan.

Tapi pernah nggak sih kepikiran: 

sebenarnya, kenapa kita melayani?

Karena disuruh?

Biar kelihatan aktif?

Atau karena nggak enak nolak?

Yuk, kita lurusin bareng-bareng 👇


1. Pelayanan Itu Berawal dari Kasih, Bukan Kewajiban

Dalam iman Katolik, pelayanan bukan soal tugas, tapi soal kasih.

Allah lebih dulu mengasihi kita.

Melayani adalah respon kita:

“Tuhan, aku mau pakai hidupku buat kebaikan.”

Kalau pelayanan cuma karena terpaksa, capeknya dobel.

Tapi kalau karena kasih, lelah pun jadi bermakna.


2. Yesus Itu Role Model Pelayanan

Yesus nggak pernah hidup buat cari popularitas.

Dia hadir buat melayani, bahkan sampai berkorban.

Yesus nggak bilang:

“Ikuti Aku kalau mau jadi terkenal.”

Tapi Dia bilang:

“Ikuti Aku, dan belajar melayani.”

Pelayanan Katolik itu soal meniru gaya hidup Yesus: rendah hati, peduli, dan tulus.


3. Kita Melayani Karena Dipanggil, Bukan Dipaksa

Setiap orang punya panggilan yang beda.

Ada yang nyaman di depan altar, ada yang kuat di belakang layar.

Nggak semua harus jadi pemimpin.

Nggak semua harus tampil.

Yang penting: setia di tempat kita dipanggil.

Pelayanan bukan tentang “aku bisa apa”,

tapi “Tuhan mau pakai aku di mana”.


4. Iman Nggak Cukup Cuma di Kepala

Datang ke Misa itu penting.

Doa itu wajib.

Tapi iman Katolik nggak berhenti di situ.

Iman yang hidup selalu bergerak.

Selalu berbuah tindakan.


Melayani adalah cara kita bilang:

“Aku percaya, dan aku mau mewujudkannya.”


5. Gereja Butuh Kamu, Apa Adanya

Gereja bukan gedung.

Gereja adalah kita semua.

Tanpa orang-orang yang mau melayani, gereja cuma jadi bangunan sepi.

Kamu nggak harus sempurna buat melayani.

Cukup hadir, mau belajar, dan mau bertumbuh.


Melayani Itu Cara Kita Mencintai

Pelayanan bukan soal sibuk.

Bukan soal jabatan.

Bukan soal dilihat orang.


Pelayanan adalah cara paling nyata buat bilang:

“Tuhan, aku mau berjalan bersama-Mu.”

Dan mungkin, lewat pelayanan kecilmu,

ada hidup orang lain yang pelan-pelan berubah


Foto: Doc. Paroki Katedral St.Yosef Pangkalpinang