Dari Rekoleksi hingga Aksi: KBG St. Thomas 3 & 4 Berkomitmen Merawat Rumah Bersama
Pangkalpinang, 17 Agustus 2026 — Taman Bintang Samudra (TBS) menjadi ruang kebersamaan bagi umat KBG St. Thomas 3 dan KBG St. Thomas 4 dalam kegiatan Rekoleksi dan Perayaan Ekaristi bertema “Merawat Rumah Bersama”.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, sekaligus menjadi salah satu program KBG dalam mendukung Fokus Pastoral Keuskupan Pangkalpinang Tahun 2026, yaitu “Tanggung Jawab Bersama Melaksanakan Misi untuk Memelihara Rumah Bersama.”
Sebelum berangkat menuju Taman Bintang Samudra, para pengurus memastikan seluruh peserta telah hadir. Kebersamaan kemudian diawali dengan doa singkat, memohon penyertaan Tuhan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Perjalanan pun dimulai bersama-sama. Sesampainya di lokasi, umat diberikan waktu untuk beristirahat sejenak dan mempersiapkan diri sebelum memasuki rangkaian kegiatan.
Rekoleksi “Merawat Rumah Bersama” dipimpin oleh Romo Perado, yang akrab disapa Romo Ado oleh umat Paroki Katedral Santo Yosef Pangkalpinang.
Setelah doa pembuka dan pengantar singkat, Romo Ado mengajak umat untuk melihat kembali makna dari “rumah bersama”.
Bumi bukan sekedar tempat manusia hidup, tetapi sebuah rumah yang dipercayakan Tuhan dan harus dijaga bersama.
“Bumi adalah rumah yang dipercayakan kepada kita. Kita menerimanya dari generasi sebelumnya dan kita mempunyai tanggung jawab untuk meneruskannya kepada generasi sesudah kita.”
Dari pemahaman tersebut, Romo Ado menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan iman. Merawat rumah bersama bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi merupakan persoalan iman, tanggung jawab, kasih, dan misi sebagai umat Kristiani.
Menurut Romo Ado, keyakinan iman bahwa Allah adalah Pencipta membawa konsekuensi bagi manusia. Jika seluruh ciptaan adalah baik dan manusia dipanggil untuk menjaganya, maka sebagai murid Kristus, umat juga dipanggil untuk menghadirkan kasih Allah melalui kepedulian terhadap ciptaan.
Karena itu, Romo Ado mengajak umat agar rekoleksi ini tidak berhenti pada pengetahuan atau pemahaman baru. “Mari kita pulang dari rekoleksi ini bukan hanya dengan pengetahuan baru saja, tetapi dengan satu keputusan, satu perubahan dalam diri, satu perubahan di dalam keluarga, dan satu tindakan dalam KBG.”
Ajakan tersebut kemudian membawa umat pada satu pertanyaan penting: setelah mengetahui dan menyadari pentingnya merawat rumah bersama, apa yang akan kita lakukan?
Romo Ado mengingatkan bahwa perubahan tidak akan terjadi hanya karena kita berbicara tentang lingkungan. “Rumah bersama akan berubah ketika kita mulai bertindak bersama-sama, secara komunal.”
Tindakan itu mungkin terlihat kecil. Namun, menurut Romo Ado, tindakan kecil tidak boleh diremehkan. Satu orang yang memulai dapat menggerakkan keluarganya. Satu keluarga dapat menginspirasi keluarga lainnya. Demikian pula, ketika satu KBG mulai bergerak, lingkungan di sekitarnya dapat ikut mengalami perubahan.
Bahkan, satu KBG yang berani memulai dapat mendorong KBG lainnya untuk melakukan hal yang sama. Dari sinilah sebuah tindakan baik dapat melahirkan tindakan baik lainnya.
Pada akhirnya, gerakan kecil yang dilakukan bersama dapat menjadi kesaksian iman. Gereja tidak hanya berbicara tentang kasih Allah, tetapi menghadirkannya secara nyata melalui kepedulian terhadap lingkungan dan seluruh ciptaan.
Karena itu, Romo Ado mengajak umat untuk bersama-sama mengambil bagian dalam misi tersebut: memelihara dan merawat rumah bersama yang telah dipercayakan Tuhan kepada kita.
Pesan itu menjadi penutup sekaligus ajakan agar seluruh rangkaian rekoleksi tidak berhenti sebagai teori yang hanya tinggal dalam pikiran. Rekoleksi diharapkan melahirkan keputusan, perubahan, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, keluarga, maupun KBG.
Sebab merawat rumah bersama tidak cukup hanya dengan membicarakannya. Ia membutuhkan langkah nyata. Dan langkah itu dapat dimulai dari diri kita sendiri, dari keluarga kita, dan dari komunitas kita.
Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui Deklarasi Komitmen Merawat Rumah Bersama.
Umat KBG St. Thomas 3 dan KBG St. Thomas 4 bersama-sama menyatakan komitmen sebagai umat Allah untuk merawat bumi sebagai rumah bersama yang telah dipercayakan Tuhan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana namun nyata dalam kehidupan sehari-hari:
- Menjaga kebersihan rumah, gereja, dan lingkungan sekitar.
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta mengelola sampah dengan bijaksana.
- Menanam dan merawat pohon maupun tanaman.
- Menghemat penggunaan air, listrik, dan sumber daya alam.
- Mengajak keluarga dan sesama untuk bersama-sama merawat bumi sebagai rumah bersama.
Deklarasi tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukanlah sesuatu yang harus dimulai dari hal-hal besar.
Ia dapat dimulai dari hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Setelah deklarasi, Romo Ado memberikan berkat kepada seluruh umat sebagai tanda penguatan agar komitmen yang telah diucapkan dapat sungguh diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Jalan Hening.
Umat berjalan dalam keheningan sambil mengamati alam di sekitar Taman Bintang Samudra. Dalam suasana tersebut, umat diajak untuk berhenti sejenak dari kesibukan, membuka mata dan hati, serta menyadari kembali keindahan ciptaan Tuhan.
Keheningan menjadi ruang bagi umat untuk merefleksikan kembali pesan rekoleksi.
Setelah Jalan Hening, seluruh umat kemudian mengikuti Perayaan Ekaristi yang menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan.
Selesai Perayaan Ekaristi, seluruh umat bersama Romo Ado menikmati santap bersama.
Suasana penuh kekeluargaan menutup rangkaian kegiatan di Taman Bintang Samudra. Kebersamaan antara umat KBG St. Thomas 3 dan KBG St. Thomas 4 tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga memperkuat semangat untuk menjalankan panggilan bersama.
Foto: Doc. Eka Widjaya

